Articles by "STARTUP"
Tampilkan postingan dengan label STARTUP. Tampilkan semua postingan
Mau Jadi Reseller atau Drop Shipper - Bagi kamu yang suka berbelanja online, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah reseller dan drop shipper. Mungkin sebagian dari kamu berpikir bahwa kedua istilah tersebut adalah berjualan online.
Mau Jadi Reseller atau Drop Shipper
Mau Jadi Reseller atau Drop Shipper 

Reseller dan drop shiper memang sering digunakan untuk transaksi belanja online. Walaupun begitu, kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, namun reseller atau drop shipper, keduanya menguntungkan.

Biasanya, reseller dan drop shipper ini dikhususkan bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis online, tanpa harus ribet. Modal yang diperlukan juga tidak terlalu besar.

Produk yang dijadikan reseller atau drop shipper umumnya adalah produk fashion, makanan, obat, dan lainnya. Syarat untuk menjadi resller atau drop shipper juga tidak sulit.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!


Lalu, Apa Perbedaan antara Reseller dan Drop Shipper?


Untuk mengetahui perbedaanya, tentu kita harus melihat dari definisinya terlebih dahulu. Nah, reseller adalah orang menjual kembali produk dari pihak supplier kepada konsumen.

Reseller ini bukanlah bagian dari supplier. Untuk menjadi seorang reseller, kamu harus mengeluarkan modal sendiri, dan membeli produk langsung kepada supplier. Dan kamu, sebagai reseller, harus menyetok barang terlebih dahulu.

Sementara itu, drop shipper adalah orang yang menjual suatu produk dari supplier, namun tidak menyetok barang terlebih dahulu. Dropshipper hanya menjual kepada konsumen dengan memperlihatkan gambar produk.

Bila ada calon pembeli yang memesan, maka drop shipper akan meneruskan pesanan kepada supplier. Barang yang dipesan akan dikirim oleh supplier, atas nama drop shipper.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Reseller?


Menjadi reseller, ternyata ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan menjadi reseller adalah kita bisa menyetok barang terlebih dahulu. Sebagai reseller, kita juga bisa mengetahui kualitas dari produk yang kita jual secara langsung.

Selain itu, keuntungan yang didapat juga bisa maksimal, dan bisa ditentukan sendiri oleh si reseller. Pihak supplier biasanya memberi diskon untuk reseller menjual kembali produknya.

Kekurangan reseller adalah harus mengeluarkan modal sendiri yang biasanya cukup besar, untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual. Jika barang memiliki kualitas yang kurang maksimal, pihak reseller yang akan bertanggung jawab.

Kelebihan dan Kekurangan Drop Shipper?

Dengan menjadi drop shipper, maka kita tidak harus repot menyetok barang terlebih dahulu. Artinya, untuk memulai usaha online ini, Anda tidak memerlukan modal terlebih dahulu.

Selain itu, keuntungan drop shipper adalah Anda bisa menjual barang dari beberapa supplier. Tugas seorang drop shipper adalah hanya harus maksimal dalam pemasaran produk terkait saja.

Kekurangan drops hipper adalah berhubungan dengan langsung dengan komplain dari pelanggan. Jika produk ternyata kurang baik kualitasnya, maka konsumen akan menyalahkan Anda sebagai penjual. Keuntungan drop shipper juga masih kalah dibanding reseller.

Pilih Jadi Reseller atau Drop Shipper, Sesuaikan dengan Keinginan

Pilihan kamu akan jatuh pada bisnis reseller atau drop shipper, itu tergantung keinginan kamu tentunya. Karena sudah cukup jelas cara kerja dari kedua bisnis online tersebut. Jika ingin memulai bisnis yang cukup mudah dari supplier saja, maka kamu bisa memilih menjadi reseller.

Namun jika tidak ingin direpotkan dengan berbagai macam barang di tempat kamu, sebaiknya pilih menjadi drop shipper saja. Cukup dengan berbagai gambar produk yang dipromosikan, kamu sudah bisa mengambil keuntungan, bukan? Selamat berbisnis online.
Magang di Perusahaan 'Startup' itu Lebih Menguntungkan, Kenapa - Bergabung dalam sebuah perusahaan besar menjadi impian hampir kebanyakan orang. Tak dimungkiri, umumnya kita beranggapan perusahaan besar akan memberikan kesejahteraan yang lebih bagi para karyawannya. Walau kenyataannya tidaklah selalu demikian.
Magang di Perusahaan 'Startup' itu Lebih Menguntungkan, Kenapa
Magang di Perusahaan 'Startup' itu Lebih Menguntungkan, Kenapa 

Reputasi yang baik dari sebuah perusahaan besar juga kerap menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga banyak karyawan yang mencoba selalu mencari peluang dan kesempatan untuk masuk ke perusahaan yang berskala besar.

Tidak ada yang salah memang dengan pemikiran tersebut. Namun bagi kamu yang sedang bingung mencari tempat magang sebagai tugas akhir kuliah, ada baiknya mencoba untuk menengok sisi lain dari perusahaan yang masih kategori kecil bahkan pemula, yang belakangan ini disebut startup. Yakni perusahaan rintisan atau pemula berbasis teknologi.

Sebab perusahaan startup sejatinya justru bisa memberikan kesempatan yang lebih baik bagi para intern (mahasiswa magang), mengingat di tempat seperti inilah kamu justru akan bisa berperan lebih banyak dalam perkembangan perusahaan tersebut. Pada akhirnya, kamu akan bisa menemukan suatu tantangan-tantangan dalam upaya mengembangkan perusahaan tersebut, bukan?

Dan itu akan memberikan kepuasan tersendiri dan nilai lebih dari hasil magang kamu nantinya. Lalu, apa saja keuntungan yang bisa kamu dapatkan saat magang di perusahaan startup?

1. Bekerja dan Berkarya Bersama Founder atau Owner


Orang yang sudah mampu mencapai posisi founder, maka tak diragukan bakat-bakat jenius yang dimilikinya. Nah, dengan magang di perusahaan startup, maka peluang kamu untuk bekerja dan berkarya bersama founder semakin besar.

Dan hal itu akan memberikan keuntungan lebih pada pengalaman magang kamu, karena kamu berinteraksi langsung dengan founder dan bisa mengambil ilmu dan pengalaman dia.

Orang-orang yang di perusahaan startup dipastikan mereka yang memiliki motivasi dan bakat yang tinggi, karena berpikir dan berupaya keras bagaimana menjalankan dan mengembangkan sebuah usaha tersebut.

Nah, bila kamu membaur dengan ritme kerja mereka, maka motivasi dan inovasi kamu pun juga akan ikut terasah dengan baik. Saat bergabung dengan perusahaan ini, kamu akan memiliki kesempatan luas untuk bekerjasama dengan orang-orang berbakat ini. Tidak menutup kemungkinan, kamu akan menangani sebuah project yang menantang.

2. Kamu Punya Kesempatan Belajar Seluas-luasnya


Perlu kamu ketahui, hanya di perusahaan startup saja kamu bisa bebas memiliki banyak sekali kesempatan untuk mempelajari berbagai hal, terutama yang terkait dengan bidang perusahaan tersebut. Sedangkan jika di perusahaan besar, maka kamu hanya akan memiliki ruang lingkup kerja yang terbatas.

Dengan ruang lingkup yang lebih luas di perusahaan startup ini, maka kamu bisa mempelajari segala hal dengan cepat dan ini sangat penting untuk membangun karir kamu nantinya.

Jika perusahaan magang kamu itu menggunakan sistem teknologi digital, maka kamu akan sangat diuntungkan. Sebab kamu bisa belajar banyak hal di sana. Bayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mempelajari terkait sistem digital saat ini. Nah, di perusahaan startup ini, kamu bisa belajar gratis, bahkan digaji pula.

3. Kamu Akan Menemukan Suasana Kerja yang Asyik


Sesuai dengan kategorinya, yakni perusahaan rintisan atau pemula, maka bila kamu magang di sini pasti akan menikmati suasana kerja yang menyenangkan atau istilahnya casual. Sebab hampir sebagian besar orang-orang yang tergabung di perusahaan startup adalah anak-anak muda.

Bahkan kalaupun rata-rata tidaklah muda lagi pekerjanya, namun mereka umumnya tetap berjiwa muda. Anda bisa menikmati budaya kerja ala anak muda dan berinteraksi dengan lingkungan yang lebih santai dan nyaman.

Tentu ini akan membuat suasana magang kamu menjadi seru dan mengasyikkan, bukan? Kamu bisa bertukar pikiran dan ide dengan santai tanpa rasa canggung karena rata-rata usia mereka tidak akan jauh dari kamu. Maka manfaatkanlah kesempatan baik magang di perusahaan startup ini.

4. Kamu Bisa Terlibat atau Menangani Proyek Secara Penuh


Kecilnya lingkup kerja yang akan kamu temui di perusahaan startup bisa memberikan keuntungan tersendiri. Sebab kamu berpotensi mendapatkan peluang untuk langsung menangani proyek-proyek perusahaan, atau bahkan bertanggung jawab penuh menangani proyek tersebut.

Tentu hal ini akan sangat menyenangkan dan menguntungkan bagi kamu. Sebab kamu akan memiliki kesempatan besar untuk praktik dan menguji kemampuan atau skill yang kamu miliki.

5. Ada Kesempatan Belajar Menjadi Entrepreneur


Berbeda dengan perusahaan besar yang hanya akan memberikan kamu tugas dan tanggung jawab, yang mungkin saja kecil. Di perusahaan startup, kamu justru bisa melihat dan ikut serta dalam membangun perusahaan itu sendiri. Kamu bisa belajar banyak hal termasuk bagaimana mengembangkan dan mengelola sebuah perusahaan dengan baik.

Bukan menjadi pekerja saja, di perusahaan startup, kamu akan memiliki kesempatan untuk belajar menjadi seorang entrepreneur (pengusaha) juga. Inilah salah satu ilmu yang paling berharga yang bisa kamu dapatkan di masa depan.

6. Bisa Maksimal Menggali Potensi Diri

Bukan yang biasa-biasa saja. Di perusahaan startup, kamu bisa memiliki kesempatan untuk bisa menggali kemampuan semaksimal mungkin. Terlebih lagi bila bakat kamu sesuai dengan perusahaan startpup tempat kamu magang.

Di sini, kamu bisa menuangkan semua ide dan inspirasi serta kreatifitas yang dimiliki. Sehingga kamu bisa menggali dan mengembangkan potensi diri sebaik mungkin.

Tidak terbatas, kamu bisa berkembang bersama dengan perusahaan ini dengan mengandalkan semua kemampuan terbaik yang ada di diri kamu. Hal ini akan sangat menguntungkan dan bisa memberikan kamu kepuasan tersendiri, mengingat kamu bisa menuangkan ide dan kreatifitas secara maksimal.

Di sini, kamu akan dilatih untuk terbiasa berpikir kritis, serta memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisa dan mengelola suatu project. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini.

7. Lingkungan Kerja yang Nyaman

Namaya juga perusahaan rintisan yang dihuni oleh sebagian besar anak-anak muda atau mereka yang sudah berumur namun berjiwa muda, maka untuk menunjang suasana yang nyaman, biasanya akan disediakan aneka makanan ringan (snack). Ini lebih terdengar seperti memenuhi kebutuhan generasi micin!

Selain itu, kamu juga akan menjumpai ruang atau tempat kerja yang bisa dibilang cozy (nyaman dan santai). Bukan seperti ruang kerja yang tampak formal atau kaku, namun kamu akan melihat duduk dan bekerja seperti halnya berada di kafe. Bahkan fasilitas yang bisa dijumpai adalah ruang untuk menghilangkan penat sejenak, yakni tidur siang. Menyenangkan, bukan?

Jangan Ragu, Pilihlah Magang di Perusahaan Startup untuk Berlajar Lebih Banyak

Kendati kebanyakan orang akan berpendapat bahwa perusahaan besar merupakan tempat yang bagus untuk magang karena kondisinya yang sudah stabil, sejatinya justru perusahaan startup lah yang memberikan keuntungan lebih bagi para mahasiswa yang mau magang. Bukan hanya belajar dan mendapatkan pengalaman kerja, di perusahaan startup, kamu juga bisa menemukan suasan kerja yang menyenangkan dan fleksibel, dan ini bisa membuat kerja kamu bisa maksimal.
Cara Jualan di Bukalapak - Di era teknologi seperti sekarang ini, tentu tidak asing lagi dengan yang namanya perdagangan online. Ada banyak platform belanja online yang menawarkan barang dari para pelaku usaha penghasil produk dan jasa, yang biasa disebut marketplace, tempat berkumpulnya para penjual produk.
Cara Jualan di Bukalapak
Cara Jualan di Bukalapak

Bagi kamu yang menjalankan bisnis online, tentu sekarang ini lebih mudah untuk menemukan beragam situs belanja online yang bisa digunakan sebagai tempat memasarkan produkmu.

Saat ini, bukan hanya marketplace asal Negeri Tirai Bambu saja yang memiliki gaung situs perdagangan online yang mendunia, namun marketplace Tanah Air pun sudah mulai unjuk gigi. Sehingga semakin memudahkan para pelaku usaha Indonesia untuk memasarkan produknya agar dikenal orang dengan mudah.

Di antara banyak situs belanja online yang populer beberapa tahun terakhir, Bukalapak tentu menjadi salah satu yang paling diminati para seller. Tidak ada salahnya kamu mencoba menjual produkmu di sini, mengingat proses dan prosedurnya pun relatif cukup mudah.

Sebagaimana marketplace lainnya, Bukalapak juga memberi kesempatan yang sangat luas untuk para pebisnis untuk bergabung dan menjual produk mereka dengan nyaman di situs tersebut. Apalagi yang kamu tunggu? Buat akun dan pasarkan produk kamu, nikmati keuntungannya!

Lalu, bagaimana cara berjualan di situs belanja online Bukalapak? Berikut caranya:

Buka Laman (Website) Bukalapak

Langkah pertama untuk bisa berjualan di marketplace Bukalapak tentunya dengan mengunjungi situs belanja online resminya, yakni di https://www.bukalapak.com/.

Setelah berhasil masuk laman Bukalapak, daftarkan diri kamu dengan cara berikut ini:

1. Klik Kolom Daftar

Kolom "Daftar" ini terdapat pada bagian kanan atas halaman utama Bukalapak. Kamu tinggal klik kolom "Daftar" ini dan akan muncul laman baru untuk langkah selanjutnya.

2. Isi Formulir Pendaftaran

Setelah masuk pada laman berikutnya, selanjutkan kamu harus mengisi "Formulir Pendaftaran" secara lengkap. Jika kamu tidak ingin mendaftar dengan mengisi formulir tersebut, kamu bisa juga daftar menggunakan akun Facebook dan Google. Kamu tinggal klik bagian kolom tersebut, maka kamu akan terdaftar di akun Bukalapak secara otomatis.

3. Masukkan Nomor Telepon yang Aktif

Pada kolom pendaftaran ini, jangan lupa untuk memasukkan nomor telepon dan alamat e-mail yang valid, sebab proses pendaftaran ini membutuhkan verifikasi dari kedua media tersebut.

4. Pilih Nama Toko

Selanjutnya, kamu bisa mengetikkan nama toko online kamu di Bukalapak. Gunakan nama yang unik namun mudah diingat, sehingga orang akan mudah mengenalnya.

5. Ketikkan Password

Berikutnya, ketikkan password yang akan kamu gunakan untuk mengakses akun ini nantinya. pastikan kamu menggunakan password yang mudah diingat, sehingga kelak kamu tidak akan kesulitan atau bahkan mudah lupa.

6. Baca Syarat dan Ketentuan

Jangan lupa untuk membaca syarat dan ketentuangn yang berlaku dengan baik, sebelum akhirnya kamu mengisi daftar isian (check list) pada kolom "Setuju" sebagai tanda persetujuan kamu terhadap perjanjian penjualan dengan Bukalapak.

7. Klik Daftar Pada Kolom Submit

Jika semua data sudah lengkap dan terisi dengan tepat, maka klik pada kolom "Daftar" yang terdapat pada bagian bawah formulir, sehingga pendaftaran ini akan segera diselesaikan.

8. Tunggu Konfirmasi E-Mail

Selanjutnya, kamu akan menerima bukti konfirmasi melalui e-mail yang kamu cantumkan, segera klik link yang dikirimkan untuk mengonfirmasi akun Bukalapak kamu ini.

9. Akun Bukalapak Siap Digunakan

Jika kamu sudah melakukan konfirmasi, maka akun Bukalapak kamu sudah siap untuk dipakai berjualan.

Lengkapi Profil Toko Kamu

Sebelum menjual produk kamu di Bukalapak ini, pastikan kamu melengkapi profil toko terlebih dahulu. Hal ini sangat membantu kamu untuk bisa lebih mudah dalam mendatangkan angka penjualan.

Buatlah profil yang menarik dan tentunya sesuai dengan ketentuan yang diterapkan Bukalapak sejak awal. Ini bisa kamu lakukan dengan membuka menu "Pengaturan" yang terdapat di halaman akun kamu.

Jangan lupa untuk mencantumkan nomor telepon kamu, sehingga para calon pembeli bisa menghubungi kamu dengan mudah. Sertakan juga beragam pengaturan yang kamu anggap perlu dan sesuai, seperti: syarat pengiriman, pembayaran, jumlah produk, dan sebagainya.

Buat akun ini semenarik mungkin agar calon pembeli tertarik dan mengunjungi toko online kamu di Bukalapak. Tentu terlebih lagi adalah akan sangat menyenangkan bila kamu bisa kebanjiran order untuk produk yang kamu jual di toko online ini.

Unggah Foto Produk

Jika semua langkah di atas telah selesai kamu lakukan, maka persiapkan produk kamu dengan baik untuk siap dijual. Caranya, upload (unggah) foto produk kamu di bagian kolom yang tersedia.

Gunakan foto yang jelas dan layak, sehingga orang mudah memahami dan mengerti tentang produk tersebut. Ini juga penting diperhatikan untuk meningkatkan kepercayaan calom pembeli.

Lengkapi semua kolom dengan deskripsi produk yang jelas, termasuk syarat pembayaran, juga pengiriman yang kamu inginkan. Selanjutnya, kamu sudah bisa mulai berjualan di Bukalapak.

Nikmati Kemudahan Berjualan dan Meraup Untung di Marketplace

Menjadi salah satu situs belanja online terbesar di Indonesia, Bukalapak juga memberikan kesempatan untuk bergabung menjadi penjual. Kamu bisa dengan mudah mendaftar dan memiliki akun di sana, sehingga kamu dapat berjualan dengan cepat. Pastikan kamu memenuhi semua syarat yang ditetapkan oleh marketplace tersebut, supaya kamu bisa menjual produkmu dengan lancar.
Cara Jual Produk di Lazada - Maraknya bisnis online menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi para pebisnis di Indonesia. Animo masyarakat akan belanja secara online kian hari juga makin tinggi. Sehingga, bisnis online terbilang sangat menjanjikan.

Tidak tanggung-tanggung, sejumlah toko konvensional bahkan harus gulung tikar akibat turunnya angka penjualan. Masyarakat kini lebih suka kegiatan belanja yang praktis dan mudah, salah satunya belanja dengan cara online di berbagai situ belanja online (marketplace) ternama, salah satunya Lazada.

Di Lazada, jumlah produk yang ditawarkan melalui marketplace ini pun cukup beragam dan banyak dikenal oleh masyarakat. Hampir sama dengan kebanyakan situs belanja online, Lazada juga memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha.

Hal itulah yang membuka peluang bisnis cukup menjanjikan bagi para pebisnis untuk mengembangkan usahanya. Nah, jika Anda ingin berjualan di Lazada, simak ulasan cara berjualan di Lazada berikut ini:

1. Mendaftar di Lazada

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk berjualan di Lazada adalah mendaftar terlebih dahulu sebagai anggota. Untk langkah-langkah mendaftarnya adalah:

Kunjungi situs resmi (website) Lazada
Klik menu Jual Di Lazada, yang terdapat pada bagian bawah halaman utama
Klik Daftar Sekarang
Isi kolom pendaftaran dengan benar sesuai petunjuk, mulai dari tipe toko, lokasi toko, nomor telepon, nama toko, e-mail, kata sandi, dan validasi (dengan menggeser kolom slider ke arah kanan)
Lakukan aktivasi akun sesuai instruksi yang diminta
Unggah (upload) kartu identitas diri, berupa KTP dan halaman depan buku rekening tabungan yang masih aktif

2. Tanda Tangan Kontrak

Untuk melengkapi proses pendaftaran, calon penjual juga akan diminta menandatangani kontrak perjanjian dengan pihak Lazada. Poin ini sangat penting untuk dibaca dan dicermati dengan detail, agar kelak tidak ada salah paham atau bahkan salah penafsiran yang berujung pada kerugian.

Setelah Anda yakin dan membaca dengan baik isi kontrak ini kerjasama ini, maka Anda sebagai calon penjual bisa menandatanganinya dan mengunggah kembali dokumen tersebut sesuai dengan instruksi yang diminta.

3. Unggah (Upload) Foto Produk

Jika proses pendaftaran telah selesai dan terverifikasi, maka status akun tersebut sudah aktif dan bisa Anda gunakan untuk berjualan.

Guna memulai proses ini, tentu Anda harus melengkapi toko online Anda di Lazada ini dengan produk-produk yang akan dijual. Bagaimana cara mengupload foto produk yang dijual melalui Lazada?

Siapkan foto produk yang berkualitas dan layak untuk dipajang
Upload foto tersebut sesuai dengan instruksi yang diberikan. Pastikan foto memenuhi kriteria, sehigga bisa terunggah dengan sempurna
Jangan lupa memberikan keterangan produk dengan jelas dan tepat, sehingga pembeli bisa dengan mudah mengerti dan memahami keterangan produk tersebut secara baik
Baca Juga: Mengenal Macam-Macam Pajak untuk Bisnis Online

4. Mulai Berjualan 

Jika semua tahap di atas telah selesai dengan baik, maka akun tersebut sudah benar-benar siap untuk digunakan dan transaksi bisa berjalan lancar. Keseluruhan proses ini tidak akan membutuhkan waktu lama, terutama jika sejak awal segala syarat yang diperlukan telah disiapkan dengan baik, termasuk foto produk beserta keterangannya.

Upayakan untuk selalui menjual produk yang berkualitas baik, sehingga lebih mudah menarik perhatian dan laku terjual. Hal ini akan membbuat bisnis online Anda menjadi lancar dan tentunya lebih menguntungkan.

Alternatif Memasarkan Produk

Berjualan di Lazada bisa menjadi alternatif lain yang dilakukan untuk mendatangkan keuntungan. Bukan hanya cepat dan mudah, cara berjualan praktis ini juga akan membuat penjual lebih nyaman dan tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk sekedar membuka toko atau mempekerjakan orang.

Cukup lakukan pendaftaran online di marketplace ini dan mulai kelola dengan baik produk yang akan Anda jual ini. Sehingga kegiatan berjualan secara online ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, bahkan bisa dibilang sangat efektif bagi pelaku usaha yang ingin memperkenalkan hasil produksinya.

Buatlah Toko Online Anda dan Nikmati Keuntunganya

Mengikuti perkembangan teknologi dan tren belanja online bisa dibilang banyak manfaatnya, terutama bagi Anda para pelaku usaha yang memiliki produk yang siap untuk dipasarkan. Mencoba peruntungan dengan berjualan di Lazada tentu menjadi hal cukup menantang.

Untuk memulai langkah ini, siapkan dokumen pendukung yang diperlukan dan ikuti langkah pendaftaran secara online dengan baik. Sehingga Anda tidak perlu pusing dalam memasarkan produk Anda. Jangan lupa upload foto produk yang berkualitas baik, dengan deskripsi atau keterangan yang jelas, agar produk Anda bisa terjual dengan cepat dan mendatangkan banyak keuntungan. Selamat mencoba!

Apa itu ‘Bootstrap’ dan Apa Manfaatnya? - Pengertian dari Bootstrap adalah sama dengan pendanaan sendiri. Ketika Anda berencana ingin menyelenggarakan suatu kegiatan atau acara, maka tidak harus mengandalkan pendanaan dari pihak luar. Karena bisa mencari pendanaan sendiri.
Apa itu ‘Bootstrap’ dan Apa Manfaatnya
Apa itu ‘Bootstrap’ dan Apa Manfaatnya

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, juga bisa memanfaatkan strategi bootstrap. Dengan demikian, Anda bisa mendapat tambahan modal untuk membuka usaha. Meminta tambahan modal dari pihak eksternal memang lebih enak, karena dana yang diperoleh jauh lebih besar ketimbang bootstrap.

Akan tetapi, proses meminta dana dari pihak luar ini tentunya akan cukup merepotkan dan terbilang ribet. Anda perlu mengurus proposal dan menyiapkan beberapa berkas, belum lagi menyiapkan presentasi terkait usaha yang dijalankan.

Walaupun modal yang didapatkan dari bootstrap cenderung lebih kecil, namun Anda juga bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan. Berikut beberapa manfaat yang yang didapat dari sistem bootstrap ini, diantaranya:

1. Memiliki Kontrol Mutlak pada Bisnis


Manfaat pertama yang akan didapat dengan bootstrap ini adalah Anda memiliki kuasa mutlak atau penuh pada bisnis yang dijalankan. Semua kebutuhan dan strategi bisnis berdasarkan keputusan dan pertimbangan Anda sendiri.

Ringkasnya, Anda bertindak sebagai bos. Tentu, ini berbeda dengan sistem bantuan pihak eksternal atau venture capital, di mana Anda harus melaporkan hasil bisnis secara rutin. Selain itu, ada juga sistem bagi hasil yang telah disepakati di awal.

Melihat perbandingan di atas, pastilah Anda akan lebih memilih bootstrap. Benar, tidak?

2. Terbebas dari Tekanan Bisnis


Mendapat dana dari investor memang menguntungkan. Tapi ingat, konsekuensinya tentu Anda akan terikat hubungan alias kontrak dengan investor tersebut. Terlebih lagi jika dana yang diberikan investor itu besar jumlahnya.

Setiap pergerakan yang Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis, akan selalu diamati oleh investor yang bersangkutan. Jika Anda menentukan pilihan yang salah, investor memiliki hak untuk menegur Anda. Mengapa? Karena ia menanamkan uangnya ke dalam bisnis Anda.

Apabila bisnis tidak dijalankan dengan benar, maka perputaran bisnis akan lambat dan membuat investor tersebut merugi. Belum lagi adanya pro dan kontra apabila terjadi perbedaan pendapat.

Hal seperti itu merupakan suatu tekanan bagi seorang pengusaha. Padahal, tekanan dalam bisnis tidaklah bagus bagi keberlanjutan usaha. Oleh sebab itu, bootstrap ini dinilai lebih menguntungkan. Karena Anda mengambil alih penuh pada bisnis yang dijalankan, dan terhindar dari yang namanya perselisihan pendapat.

3. Keuntungan Jauh Lebih Besar


Seperti yang sudah dijelaskan di atas, apabila Anda memilih sistem venture capital, sistem keuntungannya dibagi dua dengan investor. Hal ini terlihat sedikit merugikan, apalagi jika keuntungan bisnis yang didapat kecil. Maka semakin sedikit pula persentase keuntungan yang Anda dapatkan.

Walaupun jumlah modal yang didapatkan dari pendanaan sendiri (bootstrap) sendiri terbatas, namun Anda memiliki hak mutlak 100% atas keuntungan yang diperoleh. Dalam kata lain, Anda dapat menikmati hasil jerih payah sendiri tanpa harus membagikannya dengan mitra kerjasama lain dari usaha ini.

4. Lebih Fokus untuk Mengembangkan Bisnis


Semakin besar keuntungan yang Anda dapatkan, semakin besar pula peluang untuk mengembangkan bisnis. Keuntungan yang didapat bisa dijadikan sebagai modal untuk menambah aset saat menjalankan bisnis.

Selain itu, Anda juga dapat lebih fokus untuk memperluas jangkauan bisnis dengan memanfaatkan keuntungan yang didapat. Oleh sebab itu, bisnis yang dijalankan akan semakin besar dari waktu ke waktu.

5. Membantu untuk Lebih Fokus pada Pelanggan

Apa hubungannya bootstrap dengan pelanggan? Keterbatasan dana yang Anda miliki secara langsung akan berpengaruh pada kemampuan produksi. Sehingga Anda akan lebih berusaha untuk fokus memproduksi barang yang dibutuhkan pelanggan.

Untuk mengetahui kebutuhan pelanggan, Anda dapat melakukan riset pasar. Terjun langsung ke lapangan sangat disarankan untuk mengetahui keadaan pasar sebenarnya.

Ciptakan Peluang Bisnis Anda dan Manfaatkan Bootstrap

Pada awalnya, bootstrap memang terlihat tidak menguntungkan. Sebab terbatasnya dana membuat Anda sedikit sulit untuk mengembangkan bisnis. Akan tetapi, sejatinya justru cara ini akan membuat Anda untuk berpikir lebih kuat dan luas lagi, apa yang sebaiknya dilakukan serta yang benar-benar dibutuhkan oleh calon konsumen Anda. Sehingga Anda akan lebih mampu untuk mempertahankan laju usaha, juga mendapatkan hasil maksimal. Pahami bootstrap dan mulailah wujudkan usaha impian Anda!

Inilah Tarif Baru Taksi Online di Indonesia, Mana yang Murah? - Ada banyak hal yang menjadi alasan di balik tindakan evaluasi tarif taksi online yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Namun semua itu tentu telah dilakukan dengan penuh pertimbangan dan juga demi kepentingan banyak orang. Lalu bagaimana dengan Anda yang selama ini menjadi pelanggan taksi online, siapkah Anda dengan penerapan tarif baru yang telah ditetapkan oleh pemerintah ini?
Inilah Tarif Baru Taksi Online di Indonesia, Mana yang Murah
Inilah Tarif Baru Taksi Online di Indonesia, Mana yang Murah

Secara resmi sejak 1 Juli 2017, pemerintah melalui revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 telah menetapkan penentuan tarif bawah dan tarif atas pada taksi online yang penggunaannya semakin marak di Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk membuat kesetaraan antara tarif yang dikenakan oleh taksi online dan juga taksi konvensional yang sejak lama telah beroperasi. Tak bisa dipungkiri, jika selama beberapa bulan belakangan perang tarif ini menjadi masalah yang cukup serius, di mana tarif taksi online yang dianggap terlalu rendah, justru dianggap bisa “mematikan” angka pengguna taksi konvensional. Bagaimanapun juga, para penumpang tentu akan memilih fasilitas termurah dan yang paling menguntungkan bagi mereka, jadi wajar saja jika tingkat pengguna taksi konvensional sempat turun secara drastis.

Tarif Batas Atas dan Bawah Taksi Online

Penggunaan tarif batas atas dan juga batas bawah diharapkan bisa mengatasi permasalahan tersebut dengan baik, meskipun pada dasarnya penentuan besaran tarif ini akan diputuskan oleh pemerintah daerah masing-masing. Pemerintah menetapkan penetapan tarif ini dalam 2 wilayah, yakni:

Wilayah 1 untuk kawasan Sumatra, Jawa dan Bali, dengan tarif batas bawah sebesar Rp3.500 per kilometer dan batas atas sebesar Rp6.000 per kilometer.

Wilayah 2 untuk kawasan Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, dengan tarif batas bawah sebesar Rp3.700 per kilometer dan batas atas sebesar Rp6.500 per kilometer.

Aturan Lain Terkait Transportasi Online

Pemerintah lewat revisi Peraturan Menteri Nomor 26 Tahun 2017, mengatur tentang penyelenggaraan transportasi online, termasuk aturan mengenai taksi online. Berikut intisari dari aturan tersebut.

Tarif atas dan tarif bawah ditentukan oleh kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) atau gubernur berwenang.
Argometer taksi mengacu pada aplikasi teknologi informasi.
Wilayah operasi ditetapkan Direktur Jenderal, kepala BPJT atau Gubernur berwenang.
Kuota kendaraan ditetapkan oleh Direktur Jenderal, kepala BPJT atau Gubernur berwenang.
Pengelola taksi online minimal memiliki lima unit kendaraan. Bagi perorangan bisa bergabung dengan koperasi yang memiliki izin dari kemenhub.
Kendaraan wajib memiliki surat-surat lengkap (STNK dan BPKB) atas nama perorangan atau koperasi.
Wilayah operasi taksi online sesuai dengan domisili Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Izin operasi taksi online wajib ada Sertifikat Registasi Uji Tipe (SRUT).
Pengelola aplikasi dilarang melakukan hal sebagai berikut.
Memberi akses aplikasi kepada pengemudi atau perusahaan taksi online yang belum memiliki izin dari Kemenhub.
Memberi akses aplikasi kepada perorangan.
Merekrut pengemudi taksi
Menentukan tarif taksi
Mengadakan promo tarif di lebih murah dari batas tarif bawah.
Taksi Online vs Taksi Konvensional, Hemat Mana?
Jika mengacu pada peraturan yang baru, jelas sejumlah penyesuaian mungkin saja telah dilakukan oleh perusahaan taksi online. Hal ini menjadi menarik, mengingat selama ini tarif yang jauh lebih murah menjadi pertimbangan banyak orang untuk menggunakan layanan taksi online. Melakukan perbandingan tarif antara satu taksi dengan yang lainnya adalah hal yang bisa menjawab pertanyaan di atas.

Dengan mengambil contoh perjalanan yang dilakukan dari Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat ke Stasiun Juanda di Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu (sekitar 5,2 kilometer), maka pengenaan tarif pada masing-masing taksi bisa dilihat seperti di bawah ini.

1. Uber Indonesia


Menjadi salah satu pioner di bidang layanan ini, keberadaan Uber Indonesia tentu tidak perlu diragukan lagi. Selama bertahun-tahun belakangan, Uber telah banyak dipilih dan digunakan sebagai salah satu taksi online yang bisa diandalkan. Namun bagaimana perubahannya setelah adanya regulasi tarif yang saja diterapkan oleh pemerintah?

Untuk wilayah Indonesia sendiri, Uber memiliki beberapa jenis layanan taksi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Setidaknya, perusahaan ini memiliki layanan Uber Pool yang memungkinkan pengguna berbagi mobil dengan orang lain, lalu UberX (mobil kapasitas maksimal 5 orang) dan juga UberXL (mobil kapasitas maksimal 8 orang), serta UberBlack untuk layanan mobil premium. Terkait dengan masalah tarif, setiap layanan ini tentu akan mengenakan tarif yang berbeda-beda, tergantung pada pilihan penggunanya.

Untuk tujuan perjalanan di atas, tarif yang dikenakan Uber Indonesia adalah sebagai berikut:


  • UberPool mengenakan tarif Rp22.000.
  • UberX mengenakan tarif sebesar Rp27.500.
  • UberXL dengan tarif sebsar Rp33.500.
  • UberBlack dengan tarif sebesar Rp63.500.

Di dalam layanannya, Uber menetapkan tarif mereka dengan memperhitungkan jarak tempuh (kilometer) dan juga waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Hal ini bisa saja menyebabkan terjadinya kenaikan tarif, jika sewaktu-waktu jalanan yang dilalui macet. Untuk lebih hemat ketika menggunakan layanan taksi yang satu ini, Anda juga bisa memanfaatkan sejumlah promo yang kerap dilakukan Uber melalui kerja sama dengan kartu kredit tertentu.

2. Go-Car

Go-Car merupakan aplikasi transportasi online dari Go-Jek dan menjadi salah satu yang paling populer. Tarif yang dikenakan perusahaan ini hanya sedikit saja di atas tarif batas bawah yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun untuk jam-jam sibuk, Go-Car bisa saja mematok tarif yang lebih tinggi dan bahkan mencapai lebih dari Rp4.000-an per kilometernya.

Untuk tujuan di atas dengan jarak sekitar 5,2 kilometer, Go-Car mengenakan tarif sebesar Rp21.000,- atau setara dengan tarif Rp4.038 per kilometernya. Layanan ini memiliki Go-Pay yang memungkinkan pengguna membayar tarif yang jauh lebih murah. Sejumlah promo juga kerap diberikan kepada pelanggan, sehingga banyak uang yang bisa dihemat saat bepergian dengan menggunakan Go-Car.

3. Grabcar

Grabcar merupakan aplikasi online lainnya yang juga banyak digunakan di Indonesia. Memasang tarif yang sedikit lebih mahal dari yang lainnya, Grabcar memiliki layanan yang berbeda-beda, seperti: GrabShare, GrabHitch (Nebeng Mobil), GrabTaxi dan GrabTaxi Promo, GrabShare juga Nearest Car or Taxi. Semua layanan ini tentu akan dikenakan besaran tarif yang berbeda-beda juga.

Untuk tujuan di atas, Grabcar menerapkan tarif yang terbilang tinggi, yakni sebesar:


  • Grab Car = Rp25.000.
  • GrabHitch (nebeng) Car = Rp20.000
  • GrabTaxi = Rp31.000-46.500
  • GrabTaxi Promo = Rp34.000
  • GrabShare = Rp25.000

Tarif ini bisa saja berubah-ubah, tergantung pada tingginya permintaan serta kondisi cuaca. Semakin banyak permintaan, maka akan semakin tinggi juga tarif yang dikenakan kepada pengguna. Pada kondisi cuaca hujan, tarif Grab Car juga mengalami kenaikan.

4. Blue Bird

Menjadi salah satu perusahaan taksi dengan armada terbesar, taksi konvensional ini masih memiliki tarif yang terbilang kompetitif. Blue Bird mematok tarif “buka pintu” sebesar Rp6.500, sedangkan tarif minimumnya sebesar  Rp20.000. Blue Bird juga memasang tarif Rp4.100 per kilometernya dan tarif tunggu sebesar Rp42.000 per jam. Dengan tujuan perjalanan di atas, taksi yang sudah beroperasi selama belasan tahun ini menerapkan tarif antara Rp21.300 sampai Rp27.800 sangat kompetitif dan bisa bersaing dengan layanan berbasis online.

Sebagai tambahan, kini Blue Bird sudah bekerja sama dengan Go-Jek, sehingga terdapat menu untuk memesan taksi berlogo burung biru ini di aplikasi Go-Jek. Jika dilihat dari aplikasi, tarif yang dike

Faktor Naiknya Harga Taksi Online

Ada tiga faktor yang akan memengaruhi tarif taksi online, sehingga tarif yang biasa dikenakan bisa saja melonjak pada saat-saat tertentu. Faktor tersebut adalah.

Faktor Cuaca

Faktor cuaca ini hanya berlaku untuk kendaraan di bawah naungan Grab. Untuk pemesanan Grab Car di waktu hujan, Anda akan dikenakan biaya tambahan, alias tarifnya naik. Beruntung, hal tersebut tidak berlaku di Go-Jek dan Uber.

Faktor Jam Sibuk

Pada jam-jam tertentu tarif taksi online ini akan melonjak karena permintaan pesanannya juga melonjak. Jam tersebut disebut rush hours atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah jam sibuk.

Jam sibuk transportasi online di mulai dari pukul 06.00 - 09.00 di pagi hari dan berlanjut 16.00 - 20.00 di waktu orang pulang kerja. Tapi, tidak usah khawatir, tarif jam sibuk hanya berlaku pada weekdays, weekend bebas.

Pilih yang Tepat dan Sesuai Kebutuhan

Penggunaan layanan taksi online tentu menjadi lebih nyaman, mengingat ada banyak pilihan armada dan juga tarif yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Selain itu, sejumlah perusahaan juga memberikan layanan dan tarif yang cukup beragam. Pilih dan gunakan layanan yang paling tepat dan sesuai kebutuhan, sehingga setiap perjalanan Anda menjadi lebih menyenangkan.

Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat, Ini Penyebabnya - Indonesia sebagai negara berkembang dikenal sebagai lahan yang cukup subur dan bisa dijadikan tujuan investasi. Bagaimana tidak, kekayaan yang dimiliki negeri ini saja sudah cukup mengundang minat para investor asing. Apalagi dengan pembangunan yang diharapkan dapat lebih baik dalam hal birokrasinya? Bila benar-benar dibangun sebagai negara dengan tata birokrasi yang baik, didukung dengan kebijakan pemerintah yang terbuka terhadap pemilik modal asing (PMA), bukan tidak mungkin Indonesia akan diserbu oleh banyak investor asing setiap harinya yang berniat melipatgandakan modal mereka dengan menanamkan sahamnya di perusahaan di Indonesia.
Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat
Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat

Dilema Penanaman Modal di Indonesia

Memang tidak bisa dipungkiri, kebijakan yang terlalu longgar akan sangat memperluas jalan masuk PMA untuk menanamkan modal yang secara nominal besar-besaran, dan ini akan berdampak negatif  bagi Indonesia sendiri. Misalnya, pertanian sebagai salah satu sektor besar di Indonesia akan terkikis bersama dengan sektor non industri lainnya. Hal ini disebabkan karena PMA lebih banyak menanamkan modal di investasi sektor industri yang jelas membutuhkan banyak pekerja. Lowongan kerja di sektor industri terlihat lebih menyenangkan dan menggiurkan bagi para pemuda desa, sehingga mereka lebih memilih untuk bekerja di kota sebagai buruh daripada meneruskan usaha persawahan milik orang tuanya. Pada akhirnya, hasil pertanian kita menjadi merosot, padahal kebutuhan kita terhadap hasil pertanian selalu meningkat. Keadaan ini yang akhirnya menyebabkan banyaknya kasus impor kebutuhan pokok seperti yang terjadi sekarang ini. Tidak hanya pertanian, begitu pula dengan sektor peternakan.

Meski begitu, bukan berarti sektor industri harus dimusnahkan begitu saja. Ada beberapa hal yang harus dibenahi dari sistem birokrasi kita untuk lebih memberdayakan masyarakat asli Indonesia. Salah satunya dengan menarik minat pemilik modal dalam negeri untuk berinvestasi di dalam negeri dengan memberikan keuntungan dari dana yang ditanam, namun juga membantu pertumbuhan dalam negeri. Mengapa? Dengan modal yang dimiliki berasal dari luar, otomatis keuntungannya tidak dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi dinikmati para pemilik modal tersebut. Pada akhirnya PMA tersebut justru akan berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi negaranya, bukan negara Indonesia.

Sosialisasi terhadap masyarakat Indonesia mengenai pentingnya investasi tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan faktor masyarakat Indonesia yang cenderung ingin mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat tapi risiko yang diterima relatif kecil. Dukungan terhadap faktor ini berasal dari gaya hidup masyarakat kita yang cenderung konsumtif, lebih nyaman dengan keadaan saat ini meskipun tahu bahwa produk yang dikonsumsi merupakan barang impor. Bahkan tidak jarang masyarakat kita lebih berbangga menggunakan produk impor daripada produk domestik. Dengan kenyamanan seperti ini, rasanya mustahil membujuk masyarakat untuk mau berinvestasi di Indonesia, karena risikonya masih tergolong tinggi. Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang turut mendukung mengapa jumlah investor di pasar modal Indonesia berjalan dengan sangat lambat untuk berkembang. Apa saja? Ini dia:

1. Rendahnya Tingkat Kepercayaan Pada Lembaga Keuangan

Faktor pertama adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi atau lembaga keuangan belum bisa optimal. Kurangnya informasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai pentingnya berinvestasi secara sederhana saja masih kurang, bagaimana dengan investasi di pasar modal? Selain itu, masalah keamanan dana nasabah masih sangat rawan. Masih hangat dalam ingatan kasus Bank Century yang melenyapkan triliyunan dana milik nasabah dan hingga saat ini kasusnya belum mencapai kesepakatan penyelesaian akibat berbagai halangan. Kemudian dari kriminalitas yang mungkin terjadi sehari-hari adalah pembobolan kartu debit maupun kartu kredit milik nasabah yang masih kerap terjadi sehingga ini jelas merugikan nasabah. Tak jarang juga terjadi kasus penipuan kartu ATM yang setiap hari selalu mengisi laporan perkara di kantor kepolisian.

2. Sosialisasi yang Tidak Merata

Faktor kedua adalah sosialiasi pasar modal yang masih sangat rendah bahkan terkadang hanya dipusatkan pada beberapa kota besar dan di Pulau Jawa. Padahal pemilik modal tersebut tidak hanya berada di wilayah Jawa yang terkenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi negara. Sosialisasi ini kurang menyebar dan kurang memberikan informasi dan edukasi secara mendalam. Selain itu pelaksanaannya terkadang hanya merupakan formalitas dan tidak terjadi kesinambungan. Infrastruktur pendukung investasi pun hanya berpusat pada beberapa wilayah tertentu, tidak tersebar secara merata. Informasi yang relevan terkait dengan pasar modal dan saham pun masih sulit diakses masyarakat luas baik karena konten yang kurang memberikan informasi secara lengkap atau juga bisa karena infrastruktur yang belum mencapai daerah-daerah tertentu.

3. Birokrasi yang Berbelit-Belit

Prosedur yang ditetapkan untuk berinvestasi dinilai masih terlalu rumit dengan kewajiban pengisian formulir investasi yang cukup tebal dan mau tidak mau harus berhubungan dengan banyak pihak dan meminta kemampuan dari pemilik modal tersebut yang dikatakan akan mempermudah proses investasi, contohnya adalah kemampuan penggunaan IT dalam bertransaksi. Namun prosedur yang rumit ini sebenarnya merupakan langkah untuk memproteksi diri pemilik modal sehingga lebih menjamin keamanan bagi mereka sendiri.

4. Menganggap Investasi = Riba

Terkadang, bagi umat muslim, investasi kerap disamakan dengan riba atau penimbunan yang dikenal sebagai salah satu kegiatan yang sangat dilarang secara agama. Mungkin yang perlu dipertegas di sini adalah investasi bukanlah penggandaan uang meski sekilas terlihat sama karena pemilik modal tidak terlibat secara langsung dalam jalannya roda perusahaan. Investasi yang masuk dalam sebuah perusahaan merupakan modal bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatannya mulai dari penyediaan tempat kerja, pembelian bahan baku, pengadaan penelitian, peluncuran produk, program tanggung jawab sosial, dan kegiatan perusahaan lainnya dalam rangka menawarkan produk, menjualnya, dan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan atau bisnis produk tersebut.

Dana investasi tersebut tidak hanya diam di dalam perusahaan lalu dengan sendirinya menggandakan diri namun digunakan untuk pembiayaan perusahaan. Keuntungan yang didapat nantinya akan dibagi sesuai dengan kontrak antara perusahaan dan pemilik modal. Bahkan terkadang keuntungan ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai namun diberikan dalam bentuk penambahan lembar saham bagi pemilik modal sesuai dengan proporsi modal mereka dalam sebuah perusahaan.

5. Lebih Suka Barang yang Terlihat

Faktor kelima adalah masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk berinvestasi pada barang yang tak terlihat. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai jenis investasi yang jelas-jelas terlihat wujud barangnya sehingg mereka lebih bisa merasa aman dan nyaman karena mereka sendiri yang memegang barang investasi tersebut. Sebut saja emas sebagai perhiasan, tanah (sertifikat tanah), atau mungkin membangun sebuah usaha yang jelas-jelas akan memberikan keuntungan dari manfaat yang secara nyata ditawarkan kepada konsumen (misalnya dengan membangun sebuah rumah kontrakan, membangun kos di wilayah dekat kampus, dan lain-lain).

6. Menganggap Investasi Hanya untuk Orang Kaya

Faktor keenam adalah anggapan bahwa investasi hanya dapat dilakukan oleh kaum tertentu, lebih diperjelas lagi bahwa kaum konglomerat dengan dana yang melimpahlah yang memiliki hak dan kemampuan untuk melakukan investasi. Pemikiran ini bisa juga terjadi karena penanaman modal di suatu perusahaan meski diperbolehkan dengan nominal yang kecil mungkin tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi investor. Mungkin karena nominalnya terlalu kecil atau karena tidak semua perusahaan memberikan keuntungan dalam bentuk uang tunai tapi dalam bentuk lembar saham baru yang mana bila ingin mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang tunai, investor sendirilah yang harus menjual saham tersebut.

7. Tidak Sabar Dalam Berinvestasi

Terakhir, pemikiran masyarakat Indonesia yang belum mengarah pada kedewasaan atau drive to maturity. Sifat seperti serakah dan tidak sabar membuat masyarakat sering kali menempatkan dirinya pada posisi yang salah dengan memilih investasi yang bohong dan jelas-jelas menipu. Investasi ini secara masif terjadi di Indonesia dengan menjanjikan keuntungan yang besar, waktu yang cepat, cara kerja yang mudah, dan merupakan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh siapa saja hanya dengan membayar sejumlah ‘modal awal’. Tak jarang bisnis seperti ini pada akhirnya hanya akan menghilangan modal para masyarakat yang berinvestasi pada bisnis bohongan ini. Masyarakat akan merasa tertipu dan memiliki trauma untuk melakukan investasi lagi. Padahal hal ini jelas bisa dihindari dengan pengetahuan investasi yang cukup dan memilih bisnis yang terdaftar di IDX.

Perluas Pengetahuan Anda Tentang Investasi

Beberapa faktor tersebut merupakan alasan dan faktor yang mendukung jumlah investor di pasar modal Indonesia cenderung bergerak lambat. Untuk dapat menanggulangi hal ini, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperluas pengetahuan mengenai investasi, mulai dari pengertian, pengenalan bisnis yang aman dan terdaftar sesuai dengan hukum, mengenalkan hukum yang melindungi pemilik modal, hingga tata cara untuk berinvestasi pada sebuah perusahaan yang aman. Semoga kesalahan masyarakat yang pernah terjadi berkenaan dengan masalah investasi bisa menjadi cermin bagi pembaca dalam menghindarkan diri dari investasi palsu dan mulai mencermati mana investasi asli dan aman.
Marketplace Terpopuler Di Indonesia - Kehadiran internet dalam kehidupan kita membuat segala sesuatunya jadi lebih mudah, cepat, dan serba instan. Segala sesuatu dapat segera kamu ketahui dan bagikan hanya lewat satu gadget yang kamu genggam. Keuntungan lainnya dari kehadiran internet adalah membuka lapangan pekerjaan dan kemungkinan untuk menjadi pengusaha jadi lebih lebar. Semua orang bisa menjadi memulai usaha sendiri tanpa perlu membuka toko dalam bentuk fisik. Hanya bermodalkan toko secara online, kamu sudah bisa menghasilkan banyak uang.
Marketplace Terpopuler Di Indonesia
Marketplace Terpopuler Di Indonesia

Terdapat sangat banyak cara untuk memulai usaha secara online, salah satunya adalah dengan memanfaatkan marketplace yang sudah ada. Kamu tidak perlu pusing memikirkan cara membuat blog atau website sendiri, yang perlu kamu lakukan hanya mendaftarkan toko online kamu di marketplace tersebut. Saat ini sangat banyak marketplace yang beredar di dunia maya. Saking banyaknya, mungkin kamu jadi bingung, yang mana sih yang harus kamu pilih? Nah, kalau kamu masih bingung, berarti kamu adalah orang yang tepat untuk membaca tulisan ini. Jadi, inilah 6 marketplace terpopuler di Indonesia berdasarkan informasi dari Techinasia.com.

1. Tokopedia

Buat kamu yang sering nonton tv atau bermain di dunia maya, pasti nama ini sudah gak asing lagi deh. Pemasaran marketplace yang satu ini sangat gencar dilakukan dan iklannya juga menarik jadi mudah untuk diingat. Marketplace ini merupakan penguasa pasar lokal Indonesia setelah berhasil mengalahkan 2 raksasa marketplace sebelumnya, yaitu Plasa.com milik Telkom-ebay dan Multiply milik MIH. Sejak berdiri pada tahun 2009 hingga sekarang, Tokopedia sudah memiliki lebih dari 770 ribu produk dan telah menjual total 13,4 juta barang pada tahun 2014. Dipimpin oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, marketplace ini berada di ranking 32 se-Indonesia berdasarkan ranking Alexa.

2. BukaLapak

BukaLapak adalah pesaing berat dari Tokopedia. Kedua marketplace ini adalah contoh dari marketplace yang telah berhasil menembus persaingan dengan marketplace lainnya dan menjadi salah satu marketplace paling populer di Indonesia. Website yang didirikan oleh Achmad Zaky ini sudah memiliki lebih dari 400 ribu barang aktif. Jumlah transaksinya dalam satu hari sudah mencapai angka Rp500 juta. Saat ini BukaLapak tidak hanya bisa diakses dengan website saja, tetapi juga melalui aplikasi mobile, sehingga memudahkan penggunanya. BukaLapak ada di posisi ke 43 di Indonesia berdasarkan ranking Alexa.

3. Qoo10 Indonesia

Marketplace ini merupakan hasil kerjasama dari perusahaan online ternama ebay dengan marketplace asal Korea Selatar Gmarket. Pada tahun 2013, marketplace ini sudah berhasil mendapatkan USD2.5 juta atau Rp33 miliar per bulannya. Bertambah 500 persen dari penghasilannya tahun sebelumnya. Saat ini, Qoo10 menempati posisi ke 156 di Indonesia menurut ranking Alexa.

4. Elevenia

Website ini terhitung masih baru di ranah marketplace Indonesia. Awal pertama kali marketplace ini beroperasi adalah tanggal 1 Maret 2014. Elevenia merupakan hasil kerjasama dari XL Axiata dengan perusahaan layanan online dan mobile asal Korea Selatan SK Planet. Meski masih terhitung anak baru, namun Elevenia sudah memiliki tempat tersendiri di marketplace Indonesia dengan bermodalkan USD18.3 juta dari kedua perusahaan pemodal, Elevenia optimis untuk menjadi situs marketplace yang menguasai pasar Indonesia dalam jangka panjang. Saat ini Elevenia berada di ranking 157 di Indonesia menurut ranking Alexa.

5. Lamindo Indonesia

Satu lagi website marketplace baru di Indonesia, Lamindo Indonesia dengan berbekalkan pengalaman dari rocket Internet masuk ke dalam ranah marketplace di Indonesia. Perusahaan ini menggunakan pengaturan teknis seperti Lazada Indonesia. Sehingga namanya di laman Lamindo pun adalah Lamindo by Lazada. Marketplace ini ada di ranking ke 443 di Indonesia versi ranking Alexa.

6. Rakuten Belanja Online


Rakuten Belanja Online awalnya berada di bawah naungan MNC Group, sebuah perusahaan media raksasa di Indonesia. Namun saat ini Rakuten sudah berpisah dengan MNC dan mulai berjalan sendiri. Anak perusahaan dari raksasa e-shopping Jepang ini masih yakin dan optimis bahwa dia akan mendapatkan pasarnya tersendiri di marketplace Indonesia. Ranking yang diraih Rakuten saat ini adalah ke 447 di Indonesia menurut ranking Alexa.

Bisnis Online Menguntungkan

Memulai bisnis biasanya memerlukan modal yang cukup besar agar bisa berjalan, namun atas kehadiran internet, sekarang kamu bisa memulai bisnis tanpa perlu banyak modal atau bahkan tanpa modal satu peserpun. Dengan menggunakan jasa marketplace, kamu bisa membuka bisnis online-mu dengan mudah. Dan pastinya sangat menguntungkan karena internet bisa dijangkau oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, sehingga kemungkinanmu untuk meraih keuntungan lebih besar. Jadi, bisnis online bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi kamu.
Ingin Memulai Usaha? Lakukan 8 Cara Ini - Modal usaha dimiliki banyak orang. Akan tetapi, tidak sedikit orang gagal memanfatkannya dengan baik. Alih-alih usaha berkembang baik, justru modal usaha hangus begitu saja. Bisa jadi, kesalahan yang terjadi karena kurang tepatnya seseorang dalam mengalokasikan modal. Selain itu, bisa juga karena orang tersebut tidak mampu bertahan melawan tantangan membangun usaha serta tidak mengelola modalnya dengan benar.
Ingin Memulai Usaha
Ingin Memulai Usaha

Berikut ini referensi yang perlu Anda perhatikan ketika ingin membangun usaha dengan baik.

1. Cari Role Model 

Orisinalitas dalam membangun sebuah usaha memang dibutuhkan. Akan tetapi, tidak serta merta Anda mengabaikan referensi untuk Anda berpijak. Untuk itu, carilah role model atau mencari contoh model usaha yang telah sukses. Kemudian, pelajarilah dengan baik. Namun demikian, jika Anda tidak menemukan, bisa jadi bentuk usaha Anda tidak pernah berhasil sebelumnya. Tidak ada salahnya mencoba, asalkan Anda lebih realistis saja.

2. Cari Rekan Kerja

Ada pepatah mengatakan bahwa dua kepala lebih baik daripada satu. Untuk itu, carilah rekan kerja untuk Anda ajak diskusi. Biasanya ide kreatif akan muncul saat Anda sering melakukan brain storming. Kehadiran rekan kerja juga untuk menyokong Anda dari segi pendanaan. Biasanya, untuk memulai (start-up) membutuhkan modal yang tidak sedikit. Bantuan ide dan modal tersebut tentunya akan membuat Anda lebih ringan dalam memikul beban memulai usaha. Tindakan tersebut adalah upaya preventif menanggulangi kebangkrutan dan lilitan hutang yang biasanya dialami oleh orang yang memulai usaha.

3. Kerja Keras

Memulai usaha seringkali membuat Anda memulai semuanya sendiri. Misalkan saja, Anda membuka rumah makan. Anda bisa saja mencoba menjadi pelayan untuk mengetahui sifat konsumen dan strategi pelayanan sebelum akhirnya nanti Anda mampu untuk mengangkat pegawai. Pekerjan yang bisa dikatakan ditanggung sendiri dulu ini memang melelahkan. Jangan khawatir, lembur dan rasa lelah ini akan terbayar. Kerja keras pasti akan berbuah hasil yang manis.

4. Waktu Adalah Uang

Pepatah tersebut perlu Anda amalkan dalam menjalankan usaha. Misalkan saja, Anda memberikan harga Rp50.000,00 untuk satu jam waktu yang Anda pakai. Contohnya, Anda memerlukan waktu satu jam untuk mengantarkan barang ke pelanggan Anda. Jika Anda bisa meminta jasa pengiriman untuk mengantarkan barang Anda dengan Rp10.000,00, lebih baik Anda menempuh cara itu. Waktu yang tidak Anda pakai tadi lebih baik Anda gunakan untuk keperluan yang lebih penting. Hal itu disebut dengan efisiensi waktu. Sehingga Anda dapat bekerja lebih efektif.

5. Cari Karyawan Terbaik

Untuk membuat usaha lebih berkembang, cobalah untuk merekrut karyawan. Tentunya jika Anda sudah memiliki cukup modal. Anda tidak dapat terus-menerus menjalankan usaha sendirian. Saat Anda merasa usaha Anda sudah cukup siap, rekrutlah karyawan.

Namun, Anda juga perlu berhati-hati dan selektif dalam memilih karyawan. Hal pertama dan yang terpenting adalah mencari karyawan dengan sikap (attitude) yang baik. Selebihnya, pastikan calon karyawan bersedia untuk membantu Anda mencapai visi dari usaha Anda.

 6. Pelayanan Yang Paling Utama

Biasanya, orang akan menggunakan jasa atau memakai produk yang Anda hasilkan jika Anda memberikan pelayanan terbaik kepada mereka. Intinya adalah menjalin hubungan dengan komunikasi yang baik. Bersikaplah jujur dan transparan. Dengan begitu kepercayaan akan tumbuh. Saat kepercayaan itu muncul, Anda akan lebih mudah untuk melakukan promosi. Tidak mengapa jika Anda mematok harga yang tinggi. Yakinkan bahwa Anda pun akan memberikan pelayanan terbaik. Sehingga usaha Anda dapat terus berkembang.

7. Buat Perhitungan 

Untuk memulai usaha, pastikan Anda memperhitungan semuanya dengan terperinci. Maksudnya, Anda tahu berapa bayak uang yang Anda butuhkan untuk membangun usaha. Misalnya, saat Anda akan membangun sebuah toko, hitung berapa harga sewa toko, gaji karyawan, hingga hal remeh-temeh seperti harga pembersih lantai dan biaya bola lampu. Lalu, masukkan anggaran itu dalam jumlah hari produktif Anda membuka usaha dalam satu tahun. Sehingga Anda akan mengetahui angka dasar dan jumlah penghasilan minimal per hari yang harus Anda dapatkan. Jika tidak memenuhi, Anda perlu berpikir ulang untuk memulai usaha tersebut.

8. Selalu Update Informasi Terbaru 

Anda perlu untuk selalu mengikuti informasi termutakhir dan perkembangan zaman. Dalam hal ini mencakup penggunaan teknologi yang kian berkembang. Misalnya untuk menyimpan data penjualan Anda, gunakanlah komputerisasi awan untuk menjaga data Anda tetap aman dan abadi. Selain itu, gunakanlah media sosial sebagai ajang promosi. Atau mungkin, Anda dapat menggunakan aplikasi dalam ponsel pintar untuk memudahkan.

Semua Tergantung Pada Komitmetmen Anda

Langkah-langkah diatas memang tidak menjamin Anda akan menjadi pengusaha sukses nantinya, namun dapat membantu Anda bagaimana memulai usaha dengan mengurangi resiko-resiko yang tidak perlu. Karena suksesnya Anda tidak hanya tergantung dari cara dan langkah-langkah diatas, namun pada semua komitmen dan konsistensi Anda terhadap usaha yang Anda bangun.
Perusahaan raksasa teknologi seperti Facebook, Dropbox, dan Instagram berawal dari perusahaan start-up yang mampu meraih kesuksesan dengan baik. Jangan melihat perusahaan start-up sebagai tren bisnis saja, sebab ada beberapa pelajaran keuangan pribadi yang bisa dipelajari.

Berikut ini 3 cara berpikir perusahaan start-up yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kondisi keuangan Anda.

3 Cara Berpikir Perusahaan Start-Up, Bisa Meningkatkan Kondisi Keuangan

1. Jangan Berfokus Pada Banyak Hal

Para pendiri start-up menemukan bahwa layanan yang melakukan satu hal dengan sangat baik lebih bagus daripada layanan yang mencoba melakukan banyak hal.

Peter Thiel, seorang Co-Founder dari PayPal menyarankan semua pengusaha pemula untuk berpikir keras dan mengejar satu ide yang tidak dilakukan orang lain.

Jika dikaitkan dengan keuangan pribadi, Anda harus membuat sesuatu menjadi sederhana dan berfokus pada tujuan atau masalah keuangan yang ingin diselesaikan.

Misalnya saja, Anda berfokus untuk menghilangkan utang kartu kredit yang berbunga tinggi atau berfokus mengumpulkan dana untuk membeli rumah pertama.

2. Jangan Takut Salah dan Mengubah Rencana

Payal Kadakia adalah seorang pendiri Classtivity yang merupakan layanan kelas kebugaran dengan model membayar per kelas. Setelah 2 tahun beroperasi, layanan yang diberikan tidak menarik oleh banyak orang.

Kemudian ia menjadikan Classtivity menjadi ClassPass dengan langganan USD 99 dan memungkinkan para pengguna pergi ke kelas mana pun untuk ikut berpartisipasi.

Dengan sedikit mengubah metode layanan, Classpass menjadi bisnis yang bernilai USD 470 saat ini.

Jika rencana keuangan Anda tidak berfungsi sama sekali, maka inilah saatnya untuk mengubah rencana dan melakukan berbagai perbaikan.

Perubahan tidak bisa dihindari dan sambutlah perubahan tersebut agar bisa memperbaiki situasi keuangan Ada.

3. Melakukan Outsourcing Untuk Hal yang Tidak Penting


Jeff Haynie seorang CEO Appcelerator mengungkapkan bahwa perusahaan start-up selalu melakukan outsourcing untuk menekan biaya yang tidak diperlukan.

Anda harus mulai memetakan tugas dan menentukan mana tugas yang sebaiknya dilakukan oleh orang lain.

Dengan melakukan outsourcing pekerjaan, maka Anda bisa berfokus pada kegiatan operasional inti dengan baik.

Dalam hal keuangan bisa jadi Anda kesulitan untuk mengatur keuangan, sulit membuat anggaran, atau sulit menemukan penawaran terbaik saat akan berbelanja.

Anda tidak harus melakukan outsoursing dengan mempekerjakan orang lain mengelola keuangan.

Jika pasangan lebih baik dalam mengatur keuangan, Anda bisa membiarkan semua penghasilan diatur dengan baik oleh pasangan saja.

Hal yang penting untuk diingat dalam mengatur anggaran keuangan adalah menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi.

Jika Anda termasuk ke dalam investor pemula dan memiliki profil resiko konservatif, maka mulailah berinvestasi pada produk yang rendah resiko dan modal yang minim.
Pada dasarnya, manusia ingin selalu tampil keren. Memang terdengar mudah, tetapi bagi sebagian orang keinginan untuk tampil bagus menjadi sebuah beban tersendiri.


Contoh paling sederhana adalah memikirkan apa yang akan kita pakai setiap hari. Hal ini umumnya cukup sering dialami di kalangan perempuan.

Personal stylist bisa saja menjadi jawaban, akan tetapi kita tahu bahwa personal stylist bukan menjadi sebuah layanan terjangkau bagi segmen pasar menengah hingga ke bawah.

Lalu opsi yang dapat kita tawarkan? Teknologi. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan sebuah layanan fashion yang lebih personal.

Di sesi #SelasaStartup kali ini, Founder dan CEO Yuna + Co Winzendy Tedja berbagi pengalaman tentang pemanfaatan AI dalam menghadirkan aplikasi fashion matchmaking berbasis preferensi pengguna.

Scale up dengan teknologi AI

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang fashion, pria yang karib disapa Zendy ini mengungkap tentang pentingnya mempelajari gaya dan preferensi pengguna untuk bisa scale up.

Menurutnya platform perlu untuk mempelajari bagaimana kebiasaan dan preferensi pengguna agar seluruh informasi tersebut dapat diolah menjadi sebuah rekomendasi kepada mereka saat berbelanja.

“Sekarang adalah era di mana pengguna ingin memiliki pengalaman yang lebih personal. Lalu, bagaimana mau scale up dengan personalisasi? Personalisasi itu kan harus one-to-one. Nah, di sini AI berperan sebagai tool,” ungkap Zendy.

Diakuinya, pengguna harus mengeluarkan effort dalam memberikan informasi seputar gaya dan preferensi fashion yang disukai. Namun, begitu pengguna telah mengalami pengalaman yang personal, mereka akan terus lanjut.

Kumpulan data untuk ciptakan analisis prediktif

“The thing about fashion, brands want to own their data. Berbeda dengan industri musik atau film. Kita tidak akan tahu produk apa yang paling laris di H&M, misalnya,” kata Zendy.

Dalam hal ini, AI dapat mengambil peran lebih dalam mengolah kumpulan data (dataset) menjadi sebuah analisis yang prediktif. Di perusahaannya, data prediksi ini juga yang ia tawarkan kepada brand-brand yang menjadi mitranya.

“Semakin banyak pelanggan dan produk yang masuk ke dalam learning system kita, akan semakin banyak pula insight yang kita dapat. Kita bisa kasih rekomendasi ke brand, misal dari sisi bahan atau warna yang disukai pengguna,” ujar Zendy.

Manusia tetap punya peran

Meski teknologi ada untuk mempermudah proses kerja, bukan berarti manusia tak lagi dibutuhkan. Apalagi preferensi dan tren fashion seseorang kerap berubah-ubah.

Hal juga dapat menjadi tantangan dalam menghasilkan rekomendasi yang berguna bagi pelanggan. Akan tetapi, Zendy menyebutkan bahwa kecerdasan buatan akan terus berjalan dalam mengumpulkan dan mengolah jutaan data.

Di sisi lain, stylist juga akan tetap dibutuhkan dalam mengkurasi berbagai macam informasi. Menurutnya, tidak semua hal dapat terbantu dengan teknologi. Justru, teknologi berperan sebagai enabler.

“Ada hal-hal di mana kita perlu manusia untuk memutuskannya, dan tidak bisa mengandalkan kecerdasan buatan. When it comes to taste, we still needs human.” tutur Zendy.
Roadmap e-commerce segera rampung pada tahun ini, setelah dirancang pada 2014 lalu dan disahkan pada 2017. Pemerintah juga tengah menyusun tiga draf aturan lainnya terkait ekonomi digital.

“Saat ini sudah tahap finalisasi di Sekretariat Negara. Ada beberapa aturan lain masih dalam proses seperti soal data yang sedang dibahas di DPR,” terang Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewairausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin, kemarin (12/2).

Ia mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) e-commerce yang sudah lama diinisiasi ini memuat banyak poin yang sudah tidak relevan lagi. Oleh karena itu ada beberapa yang tidak diselesaikan, namun ada juga yang ditambahkan seperti perlindungan data, transaksi lintas batas, barang dan jasa digital, dan penguatan daya saing produk lokal.

Terkait data, pemerintah selama ini mengalami kesulitan dalam mengumpulkan data. Padahal data adalah komponen penting dalam merumuskan suatu kebijakan. Badan Pusat Statistik (BPS) pun diminta untuk mengumpulkan data dari para e-commerce, hanya saja terjadi resistensi karena mekanismenya yang membingungkan pelaku usaha.

Pemerintah akan melakukan sinergi antar Kementerian/Lembaga (K/L) agar data e-commerce dikeluarkan secara satu pintu. Pemain e-commerce pun tidak akan dipusingkan dengan permintaan data dari setiap K/L.

“Belajar dari situ, pemerintah mau buat sistem pengumpulan yang lebih terintegrasi. Karena banyak pemerintah yang minta data, nanti akan rumit, itu yang mau kita coba hindari. Kita akan buat pusat data terintegrasi agar lebih baik lagi pengumpulan datanya.”

Rudy juga menyampaikan, dengan rampungnya roadmap e-commerce ini bakal diikuti dengan Strategi Nasional Ekonomi Digital sebagai luarannya. Cara ini dibutuhkan agar Indonesia bisa menjadi hube-commerce di Asia Tenggara. Dalam Strategi Nasional ini, mengatur keseluruhan mulai dari perpajakan, logistik, cross border, pengembangan talenta, perlindungan data dan lainnya.

“Negara kita belum pernah ada strategi ekonomi digital secara nasional. Harus kita selesaikan tahun ini sebagai bentuk luaran Perpres.”

Berdasarkan laporan Hinrich Foundation, perdagangan digital Indonesia dapat menciptakan peluang ekonomi sebesar Rp2.305 triliun pada 2030. Angka ini tumbuh hingga 18 kali lipat dari Rp125 triliun di 2017.

Adapun untuk ekspor digital baru menyumbang satu persen dari jumlah nilai ekspor saat ini. Padahal ekspor digital berpotensi dapat meningkat hingga 768 persen dari level saat ini Rp240 triliun pada 2030 mendatang.
Dilihat dari geliat bisnis –meliputi nilai pangsa pasar dan putaran investasi—ada beberapa sektor digital yang tumbuh signifikan di Indonesia. Salah satunya merujuk pada hasil riset Google dan Temasek tahun ini, empat sektor utama yang mendominasi adalah e-commerce, online travel, online media, dan ride-hailing. Selain empat di atas sektor lain juga turut bertumbuh, salah satu yang menggeliat adalah fintech.

Pada tulisan ini, kami coba menghadirkan gambaran persaingan terkini industri digital yang sedang memanas dan menjadi sorotan di Indonesia. Terdiri dari bisnis ride-hailing, fintech, e-commerce, dan online travel. Masing-masing telah diisi oleh pemain besar dengan basis pengguna dan dukungan pendanaan yang sangat besar juga.

Ride-hailing masih tentang Go-Jek vs Grab

Berbicara tentang persaingan ride-hailing di Indonesia, maka masih mengerucut pada dua unicorn Go-Jek dan Grab. Keduanya terus mendominasi pangsa pasar dengan porsi yang berbeda. Sejauh ini dari sisi kelengkapan, aplikasi Go-Jek jauh lebih unggul karena menawarkan varian yang lebih banyak.

Namun dari total statistik unduhan di Play Store, angka Grab lebih banyak –karena hanya menggunakan satu aplikasi di seluruh wilayah operasional, sementara Go-Jek memisahkannya; seperti di Vietnam menggunakan Go-Viet atau bahkan layanan sekunder dengan Go-Life.

Go-Jek dan Grab masih terus bersaing menjadi yang terbaik

Di sisi lain, fitur e-wallet menjadi salah satu model bisnis layanan. Go-Jek bermanuver sendiri melalui Go-Pay, sementara Grab masih bergantung pada pihak lain, dalam hal ini Ovo dari Lippo Group. Untuk perluasan bisnis keduanya juga sama-sama memiliki unit investasi, merangkul pemain lain memperkuat ekosistem layanan –ada Go-Ventures dan Grab Ventures.

Mapan, Promogo, Findaya, Dana Cita dll adalah startup digital yang kini bermitra strategis dengan Go-Jek, dijalin melalui pendanaan dan/atau akuisisi. Kudo, HappyFresh, StickEarn, Karta dan beberapa pemain lainnya ada di sudut Grab. Dari sepak terjang yang ada, keduanya seakan-akan mengarah pada satu titik yang sama dalam kaitannya dengan tujuan bisnis.

Tahun ini nilai pangsa pasar ride-hailing di Indonesia diperkirakan mencapai $3,7 miliar. Angka tersebut diproyeksikan akan terus meningkat hingga menyentuh minimal $14 miliar di tahun 2025 mendatang. Sehingga babak demi babak persaingan masih akan sangat menarik disaksikan dari kedua startup besar tersebut.

Fintech tumbuh pesat, e-money miliki potensi terbesar

Di Indonesia ada dua sub-sektor fintech yang terlihat tumbuh subur, yakni lending dan e-money. Dari sisi jumlah pemain, fintech lending jauh lebih banyak, pun yang sudah berizin dari regulator. Sementara e-money cenderung lebih sedikit dan didominasi oleh pemain besar.

Ada alasan yang sangat mendasar mengapa e-money akan menjadi sub-sektor fintech yang paling berpotensi. Seperti layaknya uang di dompet, saldo e-money didesain untuk membantu pengguna bertransaksi kebutuhan sehari-hari.

Tak ayal kini pemain e-money makin gencar melakukan akuisisi pengguna dengan memperluas ekosistem layanan. Di Indonesia ada beberapa layanan populer untuk e-money, mulai dari Dana, Go-Pay, Paytren, Tcash dan lain-lain. Namun yang paling mendominasi pemberitaan akhir-akhir ini ada tiga layanan, yakni Dana, Go-Pay, dan OVO.

Dominasi pemberitaan tak lain terkait upaya perluasan integrasi layanan. Kini ketiga layanan populer tersebut sudah terintegrasi dengan platform berpopulasi pengguna besar. Dari survei yang dilakukan oleh DailySocial melibatkan 825 pengguna layanan, secara peringkat pengguna Go-Pay berada di urutan pertama, disusul oleh OVO, Tcash, dan Dana.

E-money di Indonesia

Layanan e-money terus perluas integrasi layanan untuk perkaya ekosistem
Pasca integrasi yang dilakukan besar-besaran tahun ini, artinya genderang persaingan baru saja dimulai. Beberapa pemain memang sudah terlihat meredup – misalnya PayPro yang akhirnya mencoba keberuntungan di ritel kecil tradisional.

Beberapa pemain baru juga bermunculan ditandai dengan rilis lisensi penyelenggara e-money oleh Bank Indonesia. Sebut saja BluePay, Duwit, hingga E2Pay yang segera memantapkan debutnya.

Sektor travel lengang namun menjanjikan

Menurut data Google dan Temasek, saat ini sektor online travel memiliki pangsa pasar yang paling besar di Asia Tenggara, yakni $30 miliar. Di Indonesia sendiri tahun ini diperkirakan akan menyumbang perputaran uang mencapai $8,6 miliar, dan diproyeksikan akan mencapai $25 miliar di tahun 2025 mendatang. Pemain di online travel sebenarnya juga banyak, sebut saja Airy, Pegipegi, Tiket.com, Traveloka, dan lain-lain.

Jika ditarik pemain dengan peringkat teratas, maka merujuk pada dua pemain besar – kebetulan keduanya didirikan pengembang lokal – yakni Tiket.com dan Traveloka. Pasca exit, Tiket.com saat ini berada dalam naungan Djarum Group melalui unit usaha Blibli. Sementara Traveloka masuk dalam jajaran unicorn di Indonesia dengan valuasi saat ini diperkirakan melebihi $2 miliar.

Traveloka pimpin bisnis OTA di Indonesia

Tampaknya modal besar membuat akuisisi pengguna oleh Traveloka cukup berhasil –diimbangi dengan inovasi layanan yang terus digencarkan. Secara statistik Traveloka saat ini masih mengungguli Tiket.com, kendati dari sisi varian layanan keduanya hampir memiliki kesamaan. Di sudut inovasi Traveloka juga banyak meluncurkan gebrakan, misalnya fitur PayLater melalui TravelokaPay bermitra dengan layanan pinjaman Danamas.

Secara khusus DailySocial juga pernah merilis laporan bertajuk “Online Travel Agencies Survey 2018”. Hasil survei menempatkan urutan layanan paling populer ada Traveloka, Tiket.com, Pegipegi, Airy, Blibli, Jd.id, Nusatrip dll. Besarnya pangsa pasar online travel membuat e-commerce juga berbondong-bondong menyajikan layanan penjualan tiket pesawat dan hotel. Beberapa e-commerce bekerja sama dengan pengembang OTA, sisanya mendesain sistem secara mandiri.


E-commerce di Indonesia bergerak dinamis

Sektor digital yang paling ramai sejak beberapa tahun terakhir, pun dengan pertumbuhannya terlihat paling mengesankan. Jika dikemas dalam anekdot, perjalanan digital society di Indonesia dimulai dari penggunaan media sosial, lalu e-commerce, baru ke layanan lainnya.

Saat ini lanskap e-commerce di Indonesia didominasi empat pemain besar, yakni Bukalapak, Lazada, Shopee dan Tokopedia. Pembeda antara e-commerce dan online marketplace pun semakin melebur.

Sementara itu di luar empat pemain tersebut masih banyak platform lain yang juga terus memperkuat keberadaannya, sebut saja Blibli, Bhinneka, Mataharimall dll. Pemain dengan segmen khusus seperti Sale Stock, Hijub, Berrybenka dll juga masih memiliki pangsa pasar. Belum lagi yang di segmen khusus B2B, ada Bizzy, Mbiz dll.

Beberapa penelitian menyebutkan, bahwa e-commerce akan menjadi bisnis digital paling berpengaruh dalam beberapa tahun mendatang. Per tahun 2018, nilai pangsa pasar e-commerce di Indonesia sudah mencapai $18 miliar, terbesar di regional.

Menjelang akhir tahun, di tengah hajatan akbar e-commerce beberapa lembaga survei merilis laporan terkait popularitas layanan e-commerce. Salah satunya MarkPlus, mereka mengatakan bahwa saat ini Shopee berada di urutan pertama, bersaing ketat dengan Tokopedia. Sebelumnya di kuartal kedua DailySocial juga pernah melakukan survei popularitas layanan e-commerce, menempatkan Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak di urutan teratas.

Empat layanan e-commerce unggulan terus bersaing ketat

Persaingan belum usai sampai di sini. Masing-masing pengembang platform terus memaksimalkan berbagai strategi untuk memperkuat kehadirannya di pangsa pasar. Strateginya juga memiliki pendekatan berbeda antar pemain.

Misalnya Bukalapak memilih memaksimalkan biaya iklan – per kuartal ketiga tahun 2018, Bukalapak menjadi startup yang paling banyak beriklan. Beda lagi dengan Shopee yang mencoba memperkuat branding dengan menggaet tokoh terkenal Asia dan mengadakan pagelaran besar.
Guna memaksimalkan dan meningkatkan ekonomi digital, negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk membentuk kerangka kerja sama dalam bentuk skema e-commerce. Kesepakatan ini disebut akan memfasilitasi transaksi e-commerce lintas batas dan diharapkan mendorong negara anggota mempromosikan paperless transactions.

“Perjanjian ini akan membantu meningkatkan keyakinan dan kepercayaan di kalangan konsumen ASEAN dalam e-commerce. Kami akan memungkinkan bisnis-bisnis ASEAN tumbuh di dalam negeri, regional dan global,” terang Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing.

Kesepakatan ini dirumuskan dengan tiga tujuan, yakni untuk memfasilitasi transaksi e-commerce lintas batas, untuk menciptakan kepercayaan dan keyakinan dalam penggunaan e-commerce, dan memperdalam kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN dalam mengembangkan dan mengintensifkan penggunaan e-commerce.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh para Menteri Perdagangan ASEAN, termasuk Menteri Perdagangan Indonesia Enggarsito Lukita. Penandatanganan berlangsung di tengah KTT ke 33 ASEAN Summit yang berlangsung di Singapura.

Memudahkan akselerasi bisnis e-commerce

Kesepakatan tersebut bisa jadi langkah selanjutnya bagi industri e-commerce Asia Tenggara untuk masuk ke tahap selanjutnya. Dalam beberapa tahun terakhir mungkin industri e-commerce di Asia Tenggara berkembang, tapi masih tertinggal dengan industri e-commerce di Tiongkok maupun Amerika. Ada beberapa hambatan yang coba diselesaikan dengan kesepakatan yang dijalin.

Transaksi e-commerce lintas batas ada di salah satu tujuan kesepakatan ini. Dengan menghilangkan batasan-batasan regional bukan tidak mungkin pemain e-commerce lokal dan UMKM di Indonesia bisa lebih mudah mendapat konsumen dari luar negeri, demikian pula dari negara-negara lainnya.

Poin kesepakatan yang bisa berdampak positif bagi industri e-commerce lokal lainnya adalah kesepakatan untuk mendorong transaksi paperless untuk mempercepat transaksi dan juga perlindungan data pribadi konsumen yang lebih baik.

Kesepakatan ini memiliki semangat yang sama dengan roadmape-commerce di Indonesia. Poin-poin penting seperti kemudahan transaksi, perlindungan data dan konsumen, infrastruktur dan lain-lain terlihat di keduanya. Harapannya jika seluruh negara ASEAN sepakat untuk berkolaborasi mempermudah industri e-commerce di Asia Tenggara tidak hanya pemain e-commerce yang berdampak tetapi juga bisnis UMKM yang bisa lebih berkembang.
Pengalaman konsumen yang seamless merupakan salah satu alasan mengapa kegiatan pemasaran omni channel saat ini sangat relevan dilakukan. Proses omni channel mulai dari penawaran iklan produk, proses pencarian informasi pelanggan di channel online dan offline, dan pada akhirnya keputusan pelanggan tersebut untuk membeli.

Skema online-to-offline (O2O) saat ini sudah banyak diterapkan marketplace, layanan e-commerce, atau startup adtech. Mengetahui dengan benar bagaimana perjalanan konsumen mendapatkan informasi hingga mendapatkan produk yang diinginkan menjadi proses yang penting.

Memahami cara kerja omni channel

Dalam definisinya, omni channel bisa diartikan sebagai proses atau pengalaman pelanggan yang bisa menggunakan lebih dari satu channel penjualan seperti toko fisik, e-commerce/internet, mobile (m-commerce), social commerce, dan lainnya untuk melakukan riset, membeli, mendapatkan, dan mengembalikan atau menukar barang yang dibeli. Kegiatan ini semakin banyak dilakukan saat ini, ketika penetrasi internet dan smartphone makin meningkat, ditambah dengan maraknya layanan e-commerce yang memberikan pilihan tersebut.

Menurut AVP O2O Business Bukalapak Rahmat Danu Andika, pemasaran omni channel yang efektif harus bisa memahami perilaku sosial konsumen dan menjawab kebutuhan dengan tepat.

“Banyaknya channel yang digunakan tidak serta merta membuat strategi omni channel efektif. Justru sebaliknya ketika kemudahan seringkali menjadi kunci sukses walaupun channel yang digunakan terbatas.”

Menciptakan pengalaman pelanggan secara efektif dan konsisten menjadi lebih penting dibandingkan memberikan banyak pilihan kepada pelanggan. Proses yang seamless sejak awal hingga transaksi harus selalu diperhatikan.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana integrasi tersebut juga dibarengi dengan proses yang sangat mulus (seamless). Alih-alih terintegrasi namun justru menjadikannya lebih rumit,” kata Rahmat.

Hal senada diungkapkan CEO & Co-Founder SociaBuzz Rade Tampubolon. Ia menyebutkan, perlu diciptakan integrated & seamless customer experience. Oleh karena itu yang paling penting adalah pemahaman mendalam tentang target konsumen terlebih dahulu. Seperti apa perilaku mereka, ekspektasi dan lainnya. Lalu setelah itu bangun strategi pemasaran yang integrated di atas fondasi pemahaman konsumen tersebut.

“Omni channel bukan berarti kita harus menggunakan semua channel pemasaran. Namun menggunakan channel yang relevan dengan consumer journey. Experience yang didapat konsumen harus sama, mulai dari looks, feels, tonality, promises, convenience,” kata Rade.

Rade menambahkan, jika bisnis tersebut mengalami keterbatasan sumber daya, tidak wajib menjalankan semua. Fokus satu channel saja namun dengan eksekusi yang tepat.

“Seperti misalnya banyak online shop saat ini yang fokus hanya menggunakan endorsement dari artis dan selebgram saja, tidak menggunakan channel lain, omsetnya bisa luar biasa. Understanding the customer is key, dan kedua fokus tapi all out.”

Di sisi lain, kunci pemasaran omni channel yang ideal adalah aksesibilitas. Hal tersebut, menurut CEO Pomona Benz Budiman, mengharuskan platform omni channel agar lebih kreatif untuk terus mengembangkan entry point dan berada di mana konsumen berada.

“Seperti saat ini, Pomona membuka akses untuk dapat diakses dari aplikasi, mobile browser, dan desktop browser. Jadi para konsumen yang ingin mendapatkan cashback tidak lagi harus memiliki aplikasi. Bisa juga diakses dari mobile browser langsung.”


Meskipun saat ini sisi online mendominasi kegiatan pemasaran, penjualan, dan pembayaran namun pada akhirnya sisi online tidak akan menggantikan offline. Semua kegiatan pemasaran akan memberikan hasil yang baik jika bisa menggabungkan kemudahan yang ditawarkan secara online dengan proses direct yang ditawarkan secara offline. Penggabungan ini juga dikenal dengan istilah webrooming (online) dan showrooming (offline).

Menurut Marketeers, kedua skenario tersebut merupakan skenario pembelian di era digital pada umumnya. Keduanya menandakan bahwa customer path di era sekarang tidak lepas dari kanal offline dan online konsumen pindah dari satu kanal ke kanal yang lain, baik online maupun offline.

“Online to offline akan memadukan pengalaman belanja offline dengan kemudahan yang dihadirkan teknologi. Sehingga, ya, online to offline akan menjadi sangat relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini,” kata Rahmat.

Pemasar sebaiknya tidak terlalu fokus ke berbagai channel yang harus ditawarkan kepada pelanggan. Lakukan pendekatan dengan cara yang berbeda dan mengedepankan demand dari konsumen.

“Skema O2O menjadi sangat relevan ketika konsumen sudah melihat [produk di toko offline], sudah mengetahui produknya seperti apa, bahannya seperti apa, namun belum ada keputusan membeli. Konsumen bisa melakukan pembelian melalui [segmen] online jika enggan kembali ke toko,” kata Head of Business Alfacart Viendra Primadia.

“Sebagai pemasar, kategori channel (offline/online) menurut saya tidak perlu menjadi fokus utama. Mata kita harus tetap tertuju ke konsumen, bukan ke channel. Karena kalau fokus ke channel, dan bukan ke konsumen, kita bisa kehilangan arah,” kata Rade.

Rade melanjutkan, channel pasti akan terus mengalami perubahan. Lakukan terus pendekatan kepada konsumen, cari tahu seperti apa perilaku dan ekspektasi mereka. Apakah mengalami perubahan, channel apa yang mereka suka, kemudian sesuaikan strategi pemasaran.

Cara tepat mengukur pemasaran omni channel
Tidak dapat dipungkiri salah satu kunci kesuksesan kegiatan pemasaran adalah dengan menerapkan strategi omni channel. Namun demikian cara untuk mengukur hasil tersebut harus disesuaikan dengan tujuan kegiatan pemasaran yang dilakukan, apakah untuk meningkatkan penjualan, brand awareness, akuisisi pengguna, dan lainnya.

“Selama masing-masing bisnis sudah menentukan north star metric mereka, hal selanjutnya yang bisa dilakukan, tinggal diukur pemasaran apa yang efektif untuk meningkatkan metric tersebut,” kata Rade.

Dalam hal ini, menurut Benz, measurability dan accessibility menjadi ukuran kesuksesan yang memungkinkan pemasaran apapun yang dilakukan jadi lebih terukur dan bisa dikorelasikan dengan ROI masing-masing perusahaan. Jika tahapannya masih membangun brand, awareness adalah metric yang diusahakan.

“Aksesibilitas juga menjadi konsentrasi utama strategi pemasaran omni channel. Semakin kita mempermudah konsumen untuk mengakses dan memakai produk kita, disanalah definisi sesungguhnya dari teknologi omni channel yang mempermudah hidup manusia.”

Sementara itu, menurut Rahmat, ketika kegiatan pemasaran sudah banyak diadopsi masyarakat, hal tersebut juga bisa menjadi pengukur kesuksesan kegiatan pemasaran memanfaatkan omni channel.

“Secara sederhana pertumbuhan transaksi yang terdigitalisasi Itu menunjukkan kemudahan yang dihadirkan pemasaran omni channel telah diadopsi lebih banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dan pengalaman yang baik,” kata Rahmat.

Hal senada juga diungkapkan Viendra yang menyebutkan kesuksesan bisa dilihat dari kepuasan konsumen dalam memperoleh experience yang sama baik online maupun offline dan sebagai bisnis tentunya hal tersebut tercermin dengan peningkatan volume penjualan,

“Dengan omni channel, yang tidak terpenuhi di offline bisa dilakukan melalui online, begitupun sebaliknya. Hal tersebut mampu untuk mengurangi tingkat pembatalan pemesanan,” tutup Viendra.